Nikmati Wisata Bangkok dengan Pakaian Sopan (2 -habis)

Menggunakan pakaian sopan untuk masuk ke tempat-tempat wisata yang dianggap suci oleh masyarakat Thailand yang mayoritas Budha, mengingatkan saya tentang turis-turis yang datang ke Aceh untuk masuk ke pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Para turis manca negara di Bangkok, yang terlanjur berpakaian minim, tidak diizinkan masuk ke tempat-tempat wisata seperti Kuil Buddha Berbaring (Wat Pho). Namun tidak perlu khawatir, semua ada jalan, karena mereka menyediakan pakaian untuk pinjam sebentar yang menutupi tubuh wanita.

Termasuk celana pendek juga tidak diperbolehkan, karena akan diperiksa ketat oleh pihak keamanan. Saya juga harus memasukkan sepatu ke dalam kantong plastik, lalu dijinjing agar bisa masuk ke Wat Pho.

Kuil Buddha Berbaring atau disebut Wat Pho, sebagaimana ditulis dalam keterangan-keterangan sekitar tempat, merupakan salah satu candi Buddha yang sudah menjadi tempat wisata di Bangkok. Kuil Wat Pho yang mempunyai nama resmi Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn ini merupakan sebuah kuil yang dibangun pada tahun 1688 dan merupakan salah satu kuil yang paling tua dan paling besar di Bangkok.

Bangkok

Dari amatan saya sekilas, Wat Pho ini memiliki keunikan tersendiri, yakni keberadaan patung Buddha yang sedang berbaring santai. Patung ini merupakan patung Buddha berbaring dengan ukuran panjang lebih dari 45 meter, dan tinggi sekitar 15 meter.

Selain itu, patung Buddha berbaring ini juga disebut berlapis emas. Namun sebelum masuk, tetap harus bayar tiket masuk, 100 Baht, atau sekitar 35,000 Rupiah.

Berjarak sekitar 10 menit dari Wat Pho, kami menuju Royal Grand Palace (Phra Borom Maha Ratcha Wang), kompleks bangunan istana raja di Bangkok, Thailand. Istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi raja-raja Thailand sejak abad ke-18.

“Royal Grand Palace mulai dibangun pada tahun 1782 pada masa pemerintahan Raja Rama I, ketika raja memindahkan ibu kota kerajaan menyebrang sungai dari Thonburi ke Bangkok. Di kompleks Royal Grand Place ini terdapat Wat Phra Kaew dan Balairung Raja yang terbuat dari emas,” kata pendamping kami, Carolina yang memandu wisata.

Agar bisa masuk ke tempat ini, pemeriksaan jauh lebih ketat lagi, namun saya lupa berapa yang dibayar untuk masuk kesini. Tapi, hal yang paling penting untuk dicatat adalah jika Anda berkunjung ke Royal Grand Palace, Anda wajib mengenakan pakaian yang sopan.

Wanita tidak boleh mengenakan baju tanpa lengan, celana pendek, ataupun legging. Pria tidak boleh mengenakan celana pendek. Sebelum masuk kompleks, Anda akan diperiksa oleh penjaga apakah pakaian Anda cukup sopan. Jika tidak, Anda harus meminjam pakaian (ada tempat peminjaman juga).

Anda juga dituntut harus mematuhi aturan yang ada. Ada beberapa tempat yang tidak boleh dipotret, salah satunya adalah balairung raja. Ini terlihat dari tempelan gambar kamera yang dibulati warna merah, dengan garis menyamping ditengahnya.

Poin penting yang saya dapat, barangkali sebagai Ibu kota negara ketiga yang saya kunjungi setelah Kuala Lumpur, Malaysia dan Istanbul Turki. Bahwa, Bangkok juga kental dengan wisata sejarah dan budayanya, di tengah arus kehidupan modern, peninggalan bersejarah tetap menjadi pilihan bagi turis manca negara.

Barangkali bukan hal yang harus dirahasiakan lagi, berlibur ke Bangkok akan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Ibu kota Thailand tersebut memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dijelajahi, makanan yang yummy untuk dicicipi, dan surga belanja.

Di samping itu, ada banyak spot menarik yang bisa dikunjungi di Bangkok. Kota tersebut memiliki ribuan kuil sehingga terkenal dengan wisata temple. Di kuilkuil itu, pelancong bisa menikmati kekayaan budaya Thailand. Misalnya, di Grand Palace yang terletak di Na Phra Lan Rd, area Phra Nakhon.