Kalau tidak Seperti di Kandang, Bermainlah Seperti Babak Kedua

PEKAN lalu saya tidak ikut dengan tim ke Rembang, namun saya bisa membayangkan bagaimana perjuangan Persiraja di Rembang. Pelatih dan ofisial yang hadir di sana, sempat saya minta pendapatnya tentang pertandingan.

Persiraja sejauh ini punya progres sangat baik. Sepak bola menyerang, dimainkan di laga kandang maupun tandang. Hal ini dibuktikan dengan selalu mencetak gol di laga tandang, satu dan dua gol. Kecuali saat berhadapan dengan Aceh United (0-0), dan PSIR (1-0). Tapi, Persiraja belum kebobolan di kandang.

Pertandingan di markas PSIR, dengan tidak adanya siaran langsung tentu sulit untuk membayangkan bagaimana Husnudzhon dkk bermain. Pada babak pertama, Persiraja tertinggal 1-0, mungkin orang berpikir, pada babak kedua akan ada kebobolan gol lagi. Namun itu tidak terjadi dan pertandingan berakhir 1-0.

Menurut tim pelatih, ada empat peluang Persiraja di babak kedua yang biasanya bisa diekseskusi menjadi gol, namun kali ini urung terjadi, bahkan peluang one on one dengan kiper sekalipun. Seperti biasanya, Persiraja mencetak dua gol di babak kedua (ingat saat tandang lawan PSPS, Persika dan Semen Padang). Namun saat itu lengah di babak pertama, kecolongan dua dan tiga gol terlebih dahulu.

Laga kandang maupun tandang, bagi Persiraja sebenarnya (harus) sama saja. Persiraja bisa mengontrol permainan di tandang, namun sering tidak beruntung. Ingat, gol-gol Persiraja juga lahir dari permainan semuanya (tanpa penalti). Sesuatu yang spesial, juga karena menoreh 25 gol sejauh ini. Sembilan gol diantaranya dari tujuh kali bermain tandang.

Saya tidak tau kenapa harus menulis tidak beruntung. Tapi yang saya ingat adalah wawancara dengan Uston Nawawi, pelatih PSIR Rembang. Uston Nawawi mengakui anak asuhnya tertekan pada babak kedua kala menjamu Persiraja. Kata dia begini, “Untuk babak kedua tadi kita akan tetap melakukan evaluasi, karena para pemain tadi tidak bisa keluar dari tekanan lawan (Persiraja),” kata Uston usai pertandingan.

Pernyataan Uston, diperkuat oleh sekum Persiraja, Rahmat Djailani yang mendampingi langsung tim ke Rembang. Kata Rahmat, Persiraja punya empat peluang di babak kedua untuk mencetak gol. Bayangkan, andai dua gol saja terjadi, kita (Persiraja) bisa membalikkan keadaan.

Artinya, progres Persiraja di laga tandang terus membaik dengan melihat statistik ini. Bila sebelumnya kebobolan dua sampai empat gol di laga tandang, kali ini hanya satu, di babak pertama, dan babak kedua tidak ada kebobolan, Persiraja sepenuhnya menguasai permainan.

Bila memang kita tidak beruntung saat bermain di Rembang, Jawa Tengah, semoga Madiun, markas Persis Solo di pekan ke-15 kita bisa berjuang untuk tidak kebobolan di babak pertama, sambil menggempur lawan sejak awal laga. Bila mesin kita panas di babak kedua, kita bisa sulit mengejar lawan yang sudah panas mesin sejak pemanasan sebelum laga. Apalagi tuan rumah pasti punya pemain ke-12 (suporter), kadang kala ada juga pemain ke-13.

Pertandingan pada Sabtu, 8 September 2018, pertandingan dilangsungkan LIVE oleh TVONE pukul 15.30 WIB. Pecinta Persiraja bisa menyaksikannya secara langsung lewat layar kaca, jika tidak datang ke Madiun. Persiraja, persiapkan fisik dan mental, dan lakukan yang terbaik di lapangan.

Kalau tidak bisa bermain seperti di kandang, bermainlah seperti babak kedua. Semoga ada tuah yang baik dari Madiun, dan keberuntungan berpihak pada kita. []

Surabaya, 7 September 2018

Oleh, Ariful Usman,
*Ditulis dalam perjalanan ke Madiun, Jawa Timur.

 

*This article has been published on my Facebook

Tagged